Kumpulan Foto Proyek Rice Estate di Lahan Pengembangan Rawa, dikonsentrasikan pada Manajemen Paska Panen

 Areal yang tercakup dalam Rice Estate pada ahkir tahun 2003 diharapkan berkembang luasnnya mencapai 10,000 ha di kawasan Telang dan saleh. Untuk itu perlu dudkungan prasarana penglolaan air. Proyek penyiapan Pedoman Pengembangan Lahan Rawa Pasang Surut diharapkan dapat memberi kontribusi dan masukan yang diperlukan guna keberhasilan Proyek Rice Estate. Untuk maksud itu, maka semaksiaml mungkin perlu diberikan perhatian utamanya kepada input untuk mendukung usaha tani (saprodi, alsintan, dlsb)


Presiden Megawati mendarat dengan helikopter dalam rangka peresmian pembukaan Unit Penggilingan Gabah dan beras pada tanggal 21 Maret 2003.

Presiden Megawati datang dengan disertai suaminya.

Presiden sedang memotong padi dalam rangka Panen Raya.

Dr. Robiyanto sedang memberikan penjelasan tentang Fasilitas Penggilingan Gabah dan Proyek Rice Estate.

Para petani nampak sangat antusias

Penggilingan gabah dan beras.

Disebelah kanan adalah alat penggiling gabah. Sebelah krinya adalah alat pengering gabah.

Fasilitas penggilingan gabah dan beras.

Husked rice driers

Penggilingan gabah dan beras.

Fasiltas untuk memproses gabah kering panen kedalam mesin pengering.

Penggilingan gabah dan beras.

Dengan kapisitas produksi 40 ton/hari untuk pengeringan dan penggilingan

Perontok gabah.

Padi yang baru dipanen langsung dirontokan disini.

Perontok gabah.

Banyak anak muda (termasuk anak perempuan) bekerja disini. Imbalannya cukup tinggi. Sekitar Rp.50,00/hari.

Mekanisasi petanian cukup banyak membangkitkan minat anak-anak muda.

Didaerah ini, mereka lebih senang tinggal di desa menggeluti pertanian daripada harus merantau ke kota.besar.

Bengkel.

Perbaikan roda traktor. Banyak melibatkan anak-anak muda.

Mekanisasi.

Peluang kerja bagi anak-anak muda termasuk pengolahan tanah dengan traktor.

Tumpukan jerami setelah padi dirontokan.

Setelah itu muncul pertanyaan, dimanfaatkan untuk apa jerami itu?

Saat ini, jerami kebanyakannya hanya dibakar.

Abu hasil pembakaran jerami dimanfaatkan sebagai bahan pupuk untuk tanaman misalnya cabe merah.

Sebagaian orang punya gagsan memnfaatkan jerami sebagai bahan bakar untuk sarana boks pengering gabah(sejauh ini gagasan tersebut belum dicoba, bahan bakar yang umumnya digunakan adalah minyak tanah)

Peralatan mesin Combiner.

Bilamana para petani meningkat kemampuan finansialnya dan tanah pada lahan pertaniannya sudah mencapai tingkat kematangan yang mantap, maka penggunaan mesin Combiner akan bisa mengatasi masalah limbah jerami setelah gabah dirontokan

Fasilitas Boks Pengering.

Pemerintah menyediakan sarana boks pengering dengan basis kredit untuk kepentingan para petani.

berapa pengrajin setempat mampu membuat sendiri boks pengering.

Boks pengering dari material bata mempunyai kapasitas 3,5 ton gabah/hari.

Proses pembakaran pada boks pengering.

Bahan bakarnya menggunakan minyak tanah. Hasil proses pemanasan dialirkan masuk kedalam boks pengering.

Gambaran lebih detil peralatan pembakaran dan kipas angin.

 
SDU TC2 SDU TC3 SDU TC 4
Santoso 4.8 ton/ha Wanto    4 ton/ha   Salim         5.3 ton/ha Kardi           5.4 ton/ha Sucipto   7.3 ton/ha Widarto    5.2 ton/ha
Santoso   6 ton/ha Surahman 5 ton/ha Sutris            5 ton/ha Rejo               5 ton/ha Kartono  5.8 ton/ha Parsidi      5.9 ton/ha
Santoso   6.2 ton/ha Arip     6.5 ton/ha Siswanto    4.8 ton/ha Daliman      3.6 ton/ha Daliman  5.7 ton/ha Sucipto     6.4 ton/ha
Santoso   6 ton/ha Santoso 5.9 ton/ha Yasri        4.9 ton/ha Sudiyono        3 ton/ha Budiyano   5 ton/ha Subur       5.7 ton/ha
Mardi      6 ton/ha Sudiyono 5.7 ton/ha Widodo    4.7 ton/ha Parsidi            4 ton/ha Budiyano 7.2 ton/ha Budiyano     6.4 ton/ha
Purwanto 7.4 ton/ha Wanto 4.1 ton/ha Siswanto  5.5 ton/ha Daliman         4 ton/ha Daliman  6.2 ton/ha Sucipto     6.1 ton/ha
Purwanto 7.9 ton/ha Sardi    6.4 ton/ha Tumidi     5.9 ton/ha Rejo            4.8 ton/ha Kartono  5.7 ton/ha Parsidi         6.2 ton/ha
Badiwi    4 ton/ha Kamto 7.8 ton/ha Salim        5.1 ton/ha Kardi              5 ton/ha Kamto       5 ton/ha Widarto       4 ton/ha
Average 6.0 ton/ha Average 5.6 ton/ha Average   5.2 ton/ha Average      4.4 ton/ha Average    6 ton/ha Average   5.7 ton/ha
SPD SPD SPD

Kelompok Tani (farmers Group) with name: Suka Mamur with location of fields of farmers in TC 2, TC 3 and TC 4. Further it gives the yields of the first crop in March 2003 expressed in tons field-dry husked rice/hectare The lower yields between TC 2 and TC 3 are related to wet fields with high contents of organic matter. Each field is about 1 Ha in size.


Start Umum Potensi Lahan Lingkungan Pilot area TAM Pertanian Pilot views operasi pintu Rice Estate Maret 2003 September 2003



Counter by Webhits