Diskusi di kantor desa Sumber Mulyo membahas kegiatan di areal Uji Coba
Pintu geser sebelah kiri masih dalam keadaan tersumbat (jalur 6 selatan) pada tanggal 25 Nopember.
Diskusi pada tanggal 26 Nopember.
Gambar diambil tanggal 17 Desember.
Penyaring sampah dibagian utara pada Jalur P5 masih belum diperbaiki.
Instalasi pencatat curah hujan baru saja dipasang.
Penambahan pintu stoplog akan dilakukan minggu depan (5 Desember)
Papan pengukur muka air perlu diikatkan kearah samping agar lebih stabil.
Saluran sekunder SPD dekat P5 dibagian utara
Perhatikan sumur pengamatan air tanah yang baru dipasang.
Ini adalah foto saluran sekunder SDU yang diambil pada tanggal Oktober 2002. Pekerjaan pemeliharaan terakhir dilakukan 6 tahun yang lalu.
Ini adalah foto saluran sekunder SDU yang diambil 25 Nopember 2002 pada lokasi yang sama dari foto 14 Oktober 2002.
Bangunan pintu yang letaknya berdekatan dengan saluran sekunder SDU beresiko terluapi air.
Bangunan pintu air sudah diperbaiki.
Situasi Maret 2004 di pintu tersier TC 4 dekat SDU.
Situasi April 2003. Kebanyakan bangunan pintu tersier mengalami masalah bocoran dan gerusan air lewat samping bangunan.
Tim lapangan di lokasi pintu sekunder SPD di P-6
Foto ini diambil pada Oktober 2002. Lihat tanah yang baru dibajak dengan traktor.
Foto pada lahan yang sama, diambil pada tanggal 25 November.
Foto sawah pada tanggal 17 Desember 2002.
Akhir bulan Februari 2003. pada saat sebelum panen. Tampak prospek bahwa panen akan memberi hasil yang baik.
Suata contoh sawah yang baru ditebari benih secara langsung berapa hari sebelumnya.
Sawah yang baru ditumbuhi padi dengan umur 5 hari setelah benih ditebar secara langsung, dlam musim hujan.
pelaksanaan kegiatan bersawah di petak tersier TC 12 lebih duluh sekitar 5-10 hari dibandingkan di petak tersier TC 4.
Foto diambil sekitar awal bulan Februari 2003.di TC 4
Roda pemutar (Rotator) dan garu untuk penjenuhan tanah. (puddling)
Para petani membuat gorong-gorong sendiri! Batang kelapa dimanfaatkan untuk membuat gorong-gorong di lahan sawah mereka.
Pemasangan gorong-gorong.
Pintu geser perlu dipasang kembali. Papan pengukur muka air di tengah saluran perlu dipindah tempatnya secara permanen di bangunan pintu.
Penjelasan tentang Proyek Uji Coba disampaikan kepada para wakil dari instansi Pemerintah yang terlibat dalam pengembangan lahan rawa pasang surut, termasuk Bappeda Prop. SumSel
Daun pintu air direparasi di bengkel setempat, hasilnya baik sekali. Bukaan pintu setinggi 55 cm. Garis warna kuning dan tanda panah menunjukan tanda untuk keperluan penuntupan pintu.
Pihak Proyek Rawa Sumsel akan memperbaikinya sesegara mungkin. Perkerjaan pebaikan pimtu air sekunder akan diperjakan oleh Tim Dr. Robiyanto bersama-sama dengan P3A.
Ini merupakan bagian dari kegiatan/program monitoring.
Pada pintu air tersebut perlu dipasangi dengan tanda elevasi muka tanah. Bocoran air dari samping bangunan pintu perlu diatasi dengan tumpukan karung yang didisi dengan pasir semen. Agar penggunaan pompa air berfungsi efektif, perlu ditunjang dengan pengoperasian pintu tersier dengan benar.
Untuk diingat bahwa pengoperasian pintu air diatur untuk memasukan air semaksiamal mungkin untuk melayani kebutuhan pengolahan tanah. Gambar ini adalah saluran sekunder SPD dekat P6
Gambar ini diambil tanggal 17 Desember 2002. Lereng saluran sudah mulai ditumbuhi rumput.
Tebar benih langsung pada lahan sawah yang tergenang air. Pada periode ini sebagian besar lahan tidak banyak tergenang air. Jika sawah kebanyakan air, tanaman yang baru tumbuh akan mudah mati.
Tim Dr. Robiyanto bersama-sama P3A akan mengecek dan mengupayakan cara-cara untuk mengatasinya. Resiko tertinggi dihadapi pada saat pasang tinggi yang kemungkan waktunya besamaan dengan terjadinya hujan yang deras.
Gambar yang diambil pada tanggal 17 Desember ini menunjukan bahwa setelah bangunan pintu diperbaiki ternyata mampu bertahan terhadap banjir yang cukup besar. Namun, pengoperasiannya belum memunhkinkan. Untuk musim tanam kedua yang dimulai bulan April, pengoperasian pintu dipandang amat perlu, khususnya selama musim kering ataupun pada saat memasukan air dari irigasi pompa.
Pintu masih bocor dan tidak cukup tinggi waktu pasang besar dan hujan besar. Lihat pintu klep dari fiberglass. Operasi drainase.
Terutama pada saat muka air tinggi keadaan seperti itu merupakan masalah serius. Pihak Proyek Irigasi Rawa Propinsi SumSel memprogramkan perbaikan pintu tersier pada tahun anggaran 2003. Untuk memasukan air irigasi dengan menggunakan pompa air dalam rangka musim tanam kedua, semua bangunan pintu tersier sudah harus beroperasi secara fungsional.
Petugas operator pintu sekunder SPD P-6 dan P-5 bersama Pak Cipto. Ketua Kelompok Tani de petak tersier TC 4, salah satu dari dua lokasi areal Uji coba.
Di Indonesia, lahan rawa pasang surut merupakan salah satu sumberdaya lahan yang potensial untuk budidaya padi. Pengolahan tanah di lahan rawa pasang surut lebih layak menggunakan traktor karena jumlah tenaga kerja sedikit dan lahan yang dimilik oleh para petani cukup luas.
Penerapan teknologi yang hemat tenaga kerja merupakan kata kunci dalam rangka pengembangan lahan rawa pasang surut. Tidak perlu penyemaian dan pemindahan bibit tanaman, tetapi lebih cocok dengan cara tebar benih secara langsung dalam skala lahan sawah yang luas.
Tanaman padi yang ditebar dari benih secara langsung, tumbuh rapih dan merata. Kondisi ini terwujud berkat dukungan penglolaan tat air mikro. Muka air disawah bisa dikendalikan dan semua benih tidak ada yang menambang dan tidak ada yang mengambang dan tidak ada yang tidak tumbuh dengan baik. Juga tidak ada tanaman yang mati kerana terendam air.
Produksi diperkirakan mencapai 6.0 ton/ha gabah kering panen (tingkat kelembaban 24%)
Petani pemilik lahan sawah inin mengungkapkan rasa kegembiraannya kepada kami dengan adanya dukunhan program pengelolahan tata air mikro (TAM) yang diselenggarakan oleh Dep. Pertanian. karena dengan itu petani bisa mengatur muka air di sawah dengan cara dan hasil yang jauh lebih baik lagi.
Pemilik sawah ini juga menyatakan kepuasannya terhadap manfaat positif dari program tata air mikro. Air yang berlebih bisa dengan cepat dialirkan keluar dari sawah sehingga tidak mematikan tanaman padi yang masih muda.
Di TC 12 air pasang bisa musuk awal dari TC 4. Pertumbuhan tanaman padinya kurang merata dan kurang seragam dibandingkan di petak tersier TC 4. Para petani yang bersawah di petak tersier TC 4. Para petani yang bersawah di petak tersier TC 12 juga kurang giat dalam melaksanakan pengaturan tata air mikronya dibandingkan TC 4
Kondisinya kelihatan bagus.
Dengan cara ini tanah akan bebas dari semua tumbuhan gulma dan sawah sudah siap untuk ditebari benih padi.
Lokasinya berada di areal Uji Coba dipetak tersier TC 12.
Sebagai penghubung drainase lahan dengan saluran tersier. Goron-gorong dipasang cucup dangkal sehingga akan lebih banyak berfungsi sebagai drainase di bandingkan untuk keperluan irigasi. Untuk proses pematangan tanah kita lebih memerlukan drainase yang lebih dalam. Tetapi untuk maksud itu sangat diperlukan pengelolaan air secara terkendali dengan pengoperasian pintu air. Jika hal itu tidak dilakukan maka yang akan terjadi adalah drainase yang berlebihan dan juga lapisan tanah yang mengandung pirit akan terekspose.