Kumpulan Foto Yang Diambil Pada Bulan Maret/April 2003; Lokasi Areal Uji Coba dan Areal Rice estate 1000 ha di Jalur 8 Telang I
Saluran sekunder pedesaan (SPD) di lokasi uji coba.
Bangunan pintu saluran tersier TC 12 di lokasi uji coba.
Bangunan pintu tersier TC 12 di dekat saluran SPD.
Saluran tersier di TC 12
Tersier TC 12, para petani mulai menebangi pohon kelapa.
Saluaran TC 4 dengan saluran kuarter
Kondisi lahan sawah di petak tersier TC 4.
Lahan yang sudah dibajak di petak tersier TC4.
Sawah ini berada di jalur 8 di kawasan Rice Estate.
Saluran tersier TC 4 di areal uji coba.
Areal Rice Estate di daerah Telang I Jalur 8.
Areal dikawasan Rice Estate Telang I Jalur 8.
Areal Rice estate Telang I Jalur 8
Areal Rice Estate Telang I Jalur 8
Petak tersier TC 4 di areal Uji Coba P6 3N Telang I
Pompa berdiameter 4 inchi.
Pemompaan air dekat tersier.
Pemompaan air dari saluran tersier ke saluran kuarter.
Lahan sawah yang diairi dengan pompa.
Ini adalah sawah dimana tanaman padi yang berasal dari tebar benih langsung, umur tanamannya sudah 2 minggu.
Tanah sudah dibajak tetapi kondisinya terlampau kering untuk keperluan penjenuhan (puddling)
Areal Uji coba pada petak tersier TC 4 P6 3 N., masih baik di bulan April
Areal Uji Coba di petak tersier TC 12.
Areal Rice Esate Telang I jalur 8
Areal Rice Estate Telang I Jalur 8
Kondisinya masih sangat baik.
Bangunan ini dibuat oleh petani
Daun pintu tipe stoplog (overflow)
Kondisinya masih sangat baik.
Pohon-pohon kelapa ditebangi karena menghalangi tanaman padi mendapatkan penyinaran matahari yang mencukupi.
Kondisinya cukup baik.
Foto diambil dari kegiatan monitoring pada bulan Oktober. Lahan sawah baru saja dibajak.
Pembajakan bisa dilakukan pada lahan dalam kondisi kering. Sebaliknya tidak bisa dilakukan bila lahannya terlamapu basah.
Karena belum ada pengaturan air maka tanahnya terlampau basah untuk dilakukan pembajakan. Jadi hanya bajak jenis rotary atau garu yang bisa digunakan disini. Untuk pemberantasan gulma tanaman, harus menggunakan Gramoxine. Cara ini justru tidak perlu dilakukan apabila kondidi tanahnya lebih kering dengan melakukan pengaturan air sehingga pembajakan bisa dilakukan secara normal. (Lihat gambar sebelumnya)
Setelah dilakukan pembajakan dengan jenis bajak rotary, tanah kemudian digaru dan penebaran benih secara langsung bisa dimulai setelah itu. Nampak ada burung bangau putih yang hinggap disawah. Jenis burung ini banyak terlihat disawah yang baru dibajak.
Kondisi semacam ini lazim terjadi apabila tanahnya terlampau basah dan tidak dibajak. Tebar benih langsung umumnya mengalami kegagalan dan pemindahan bibit tanaman dari tempat persemaiannya menuntut beban kerja yang cukup tinggi.
Contoh lain dari kondisi tanah yang terlampau basah pada saat tebar benih langsung.
Beberapa petani membuat saluran cacingan dengan bentuk tidak teratur untuk membuang kelebihan air.
Solusi seperti ini adalah cara yang terbaik bagi lahan yang terlampau basah pada saat dilakukan tebar benih langsung.
Tanahnya diolah tanah dengan traktor rotary. Petak tersier TC 4 paling cocok di bajak pada bulan Maret. Tetapi pada itu kadangkala tanahnya terlampau kering untuk dapat diolah dengan traktor rotary dan garu (puddling). Ditempat yang lahanya lebih tinggi perlu tambahan air dari pompa. (lihat foto, tanah terlalu kering untuk garu, dan sulit untuk sopir mengolah tanah dengan rotary)
Untuk mengolah tanah dengan traktor rotary dan garu (puddling) perlu tambahan air dari irigasi pompa. Biayanya sekitar Rp 50,000 per 1,5 ha termasuk ongkos sewa pompa dan bahan bakar.
Pemompaan air bisa dilakukan selama 8 jam dalam sehari apabila pintu air ditutup pada waktu periode pasang tinggi
Bagi lahan yang letaknya jauh dari saluran tersier, maka perlukan sekali adanya saluran kuarter.
Terbukti di lapangan bahwa pemompaan air selama 8-9 jam untuk sawah seluas paling sedikit 1.5 ha, tanahnya sudah jenuh dan siap untuk mengolah dengan traktor rotary dan garu. (puddling)Terbukti pula bahwa lapisan bajak sudah mulai terbentuk sehingga lapisan air yang berada di sawah bisa tetap dipertahankan tanpa kehilangan air yang berarti.
Untuk itu jelas dibutuhkan pompa air! Lokasi sawah ini letaknya bersebelahan dengan lahan sawah lainnya yang sudah ditanam padi yang umurnya sudah 2 minggu. (Lihat gambar sebelumnya)
Ada nanti masalah tikus di bulan Juni: terlambat ditanam (awal bulan April, itu terlambat)
Kondisi lahannya baik sekali dan sudah siap ditanami dengan cara tebar benih langsung
Di kawasan ini kondisi lahannya pada umumnya terlampau basah. karena tidak ada bangunan pintu air maka di kawasan ini tadak mungkin bisa pengaturan air. Dikawasan ini perlu diupayakan yang memungkinkan dapat dilaksanakannya pembajakan tanah diantara dua musim tanam.
Karena ada berbagai masalah dengan pembajakan tanah maka beberapa petani menerapkan sistem TOT (Tanpa Olah Tanah, menggunakan herbisida Gramoxone). Benih padi ditebar langsung. Kita belum tahu apakan hasil padinya disini lebih rendah, tetapi mungkin saja hasilnya memang lebih rendah. Namun demikian biaya pengolahan tanah antara dua musim tanam memang jelas lebih sedikit.
|
Saluran sekunder pedesaan (SPD) di lokasi uji coba.
Kondisinya masih sangat baik.











